sentiasa dalam kemewahan
terpenuhi sgala kebutuhan
bukan satu tapi banyak pilihan
larut dalam bingkai tirani
tak berhati tak bernurani
sgala sesuatu diukur materi
dari rambut hingga ujung kaki
apa yang dimau harus terujud
apa yang diminta harus bersujud
bagai tuhan seakan berujud
dalam angkuh tak bermaksud
segenggam asa sedikit harap
diantara raga yang akan terlelap
entah sekarang besok atau sekejap
raga ditinggal jiwapun lenyap
rintihan tiada henti dalam kubur
jerit kesakitan meradang dalam kubur
tersadar tlah tenggelam dalam kufur
apa daya nasi sudah menjadi bubur
semua ditinggalkan dan terkubur
tiada arti kemewahan materi
ketika jasad terbaring dan mati
penyesalan takkan pernah ada arti
ketika badan tertanam dan mati
by zhoel kecu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar