malam masih berselimut bimbang
tak ada rembulan dan bintang gemintang
serasa berat dan senyap dalam mendung
alam dan mayapada seolah enggan menyapa
serasa jauh dan dalam terlilit dalam hampa
kemana kan dibawa pergi sisa dari jiwa
yang seakan enggan menyatu dalam raga
malam masih berpegang bimbang
tak ada dalam baris yang membentang
seakan larut dalam buaian kesunyian
sedikit asa ini ingin kembali
pada temaram pagi bersinar mentari
tak perlu lagi bercengkrama dalam sunyi
ataukah terus berlalu menuju pagi
ikut menyambut datangnya mentari
malam masih bertahan dalam sunyi
mencoba merangkai kaki menuju pagi
berharap perubahan dalam rajutan mimpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar